Page 3 of 21

Via senang belanja. Bundanya juga sih.

Penampakan Via yang sedang ikut ayah bundanya belanja menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H lalu.

Mari biasakan membaca

Pemandangan seperti ini agak lumayan membuat saya tersenyum. Karena di zaman serba digital, masih ada semangat membaca buku.

Tanbih atau Imsak?

As tears go by

Biarkan anak anak bersenang senang sekaligus bersosialisasi

Anak anak harus diajarkan dan dibiasakan untuk bersosialisasi dengan sejawatnya sejak dini. Dari kegiatan kegiatan sederhana, sosialisasi akan tumbuh dengan sendirinya.

Sebagaimana kegiatan renang sekolah anak saya, tidak hanya melulu kumpul di ruang kelas. Sesekali mereka perlu kegiatan luar kelas seperti ini. Ngga perlu mewah, yang penting anak anak senang dan bisa tambah akrab.

Persinas ASAD (dulu – sekarang)

Melihat aktivitas temen temen pesilat muda yang tergabung di Persinas ASAD, jadi inget memori masa-masa aktif disana pula. Berikut sedikit dokumentasi yang tersisa (karena album foto masa lalu banyak rusak oleh banjir). Memang seadanya, tapi bisa dilihat bahwa semangat temen temen yang dulu dan sekarang tidak berubah sama sekali. Tetap semangat!

Jaman Old

Jaman Now

Gelatin Story

Selagi shalat berjamaah dengan istri, tau-tau ada yang mengetuk pintu. Anak sulung saya karena tidak bisa membuka kunci pintu, dari dalam ruangan teriak “sebentar”.

Setelah shalat Maghrib ternyata tetangga sebelah baru pulang dari Denmark dan sekitarnya. Mungkin Eropa kali ya. Ada paket yang dihadiahkan kepada kami untuk si kecil: cokelat.

Wow… sepertinya lekker bin maknyus. Tapi eiit, saya lihat di bungkusnya ada semacam tulisan “gelatin”. Karena ini makanan non lokal, maka seperti biasa saya cari tau dulu bagaimana status halalnya.

Jaman now itu untuk mencari tau status halal suatu produk insyaAllaah relatif mudah. Googling saja atau search Facebook. Biasanya muncul produsen dari makanan/minuman tersebut. Tanya saja disana.

Setelah ketemu di Facebook, tanpa tendeng aling aling saya langsung tanya to-the-point; is it kosher/halal?. Beberapa hari kemudian mereka jawab: the product contains gelatin from pigs.

That’s it. Ngga jadi deh di ‘mam-mam’ 🙂

Meski demikian, semua pemberian patut disyukuri. Apapun itu. Apalagi tetangga kami itu adalah keluarga baik-baik. Semua kita terima dengan senang hati. Kalo ada yang dirasa perlu diteliti, ya pastinya kita teliti. Yang terakhir ini urusan pribadi masing-masing.

Mountains of Valais

Damai saja mudah kan

Nggak sengaja nemu sablonan kaos ini waktu lagi ngaji di majelis taklim. Ada anak remaja jokam pakai kaos keren ini.. langsung cekrekk.

Pesan damai ini bagus sekali IMHO. Karena menuju 2019 sepertinya 2 kubu orang inilah yang bakal berseteru paling tajam. Ibaratnya re-match.

Jokowi yang petahana, sudah jauh jauh didukung partai gemuk. PDIP selaku partai dibelakang Jokowi baru baru ini sudah jelas menyodorkan kembali Jokowi untuk maju mempertahankan singgasananya.

Prabowo, meski masih malu malu, dari opsi dan kenyataan yang ada, meski hanya didukung (tentative) oleh Gerindra, PAN, PKS… sepertinya mata masih tertuju kepada mantan Danjen Kopassus ini.

Dari sisi integritas, kapabilitas, kepemimpinan, dan lain lain, di kubu satunya ini Prabowo seakan masih tiada lawan. Mau ngga mau sepertinya ia tetap harus maju, mengingat Jokowi hampir juga tiada lawan tanpa kehadiran Prabowo.

Jadi, buat seru seruan sih boleh aja. Asal jangan terlalu diambil hati atau baper. Karena ucapan (tulisan) itu insyaAllaah sampai ke langit. Be careful.

We love to help you making a beautiful website

Beberapa project website design sedang berjalan. Salah satu yang baru selesai adalah website JTravelUmroh.com

Dari sekian banyak project website yang datang ke saya, rata-rata adalah mereka para pengusaha serius yang pada akhirnya mengerti bahwa website perusahaan mereka yang existing (sudah ada) tidak memperhatikan hal-hal detil. Padahal saat ini trend sudah banyak berubah. Website tidak bisa hanya bermodal ‘penuh sesak’.

Justru website yang minimalis dan elegan lebih powerful ketimbang website yang ‘berantakan’ atau acak-acakan.

Hari Sabtu lalu ketika saya diundang oleh Team Utama dari Komunitas Himkrafi.com salah satu petinggi yang faham mengenai IT, khususnya website design sempat berdiskusi, yang pada intinya beliau faham bahwa saat ini banyak orang yang merasa mampu membuat website. Namun soal hasil, nanti dulu.

“Kalo cuma bikin atau jadi. Ya semua juga bisa. Anak saya juga bisa. Tapi hasilnya gimana dulu.” kata Bapak asal Bandung ini.

Alhamdulillaah, hingga saat ini semakin banyak pengusaha-pengusaha serius yang mulai datang silih berganti untuk melakukan facelift website perusahaan mereka yang sudah ada, namun tidak optimal di sisi desain. Tidak itu saja, sepertinya sudah banyak yang mulai mengerti kalau core business saya adalah website design.

Urusan bagaimana perusahaan tersebut dapat mengoptimalkan website yang sudah saya buat, itu terserah bagian marketing mereka sendiri-sendiri. Sebab ngga akan mungkin semua lini bisnis diberikan kepada 1 orang saja.

Ya optimasi server, ya website design, ya SEO, ya Soc-Med Ads, ya security, ya marketing, dituntut kepada 1 orang saja. That’s bullshit lah. Semua harus kerja team atau ada kerjasama kalau mau sukses. Dan ada modal yang sesuai untuk mencapai hal tersebut.

Kalau masih ada pengusaha dengan mindset  one stop solution datang minta ini itu dengan budget yang out of mind, mending kita mundur saja. Itu sama saja membebankan pekerjaan design, EO, marketing sampai ngepel lantai, ke 1 orang dengan gaji yang satu. Daripada kerjaan ngga beres di tengah jalan, ya mending sama-sama enak. Take it or leave it.

InsyaAllaah saya dan team GenerusMedia.com selalu bersama Anda, entrepreneur jaman now!