Gelatin Story

Selagi shalat berjamaah dengan istri, tau-tau ada yang mengetuk pintu. Anak sulung saya karena tidak bisa membuka kunci pintu, dari dalam ruangan teriak “sebentar”.

Setelah shalat Maghrib ternyata tetangga sebelah baru pulang dari Denmark dan sekitarnya. Mungkin Eropa kali ya. Ada paket yang dihadiahkan kepada kami untuk si kecil: cokelat.

Wow… sepertinya lekker bin maknyus. Tapi eiit, saya lihat di bungkusnya ada semacam tulisan “gelatin”. Karena ini makanan non lokal, maka seperti biasa saya cari tau dulu bagaimana status halalnya.

Jaman now itu untuk mencari tau status halal suatu produk insyaAllaah relatif mudah. Googling saja atau search Facebook. Biasanya muncul produsen dari makanan/minuman tersebut. Tanya saja disana.

Setelah ketemu di Facebook, tanpa tendeng aling aling saya langsung tanya to-the-point; is it kosher/halal?. Beberapa hari kemudian mereka jawab: the product contains gelatin from pigs.

That’s it. Ngga jadi deh di ‘mam-mam’ 🙂

Meski demikian, semua pemberian patut disyukuri. Apapun itu. Apalagi tetangga kami itu adalah keluarga baik-baik. Semua kita terima dengan senang hati. Kalo ada yang dirasa perlu diteliti, ya pastinya kita teliti. Yang terakhir ini urusan pribadi masing-masing.