Category: WordPress (page 2 of 3)

Got Mino Theme

Voilaaa…  got MINO theme from TonjooStudio. We’ll try it out and see what this theme can do. Bismillaah…

 

My first website projects

Sore ini ngga tau kenapa, kepingin banget lihat lihat file project yang pertama kali gue kerjain sebelum gue putuskan untuk fokus ke bisnis pembuatan website. Thus, beberapa screenshot ini bikin gue mesam mesem sendiri. Soalnya mengingatkan bagaimana kondisi gue waktu itu yang bener bener start dari NOL dan itu juga karena adanya faktor ‘keterpaksaan’. Life goes on…

www.asaddki.com (still active) | Website pencak silat berbasis platform WordPress ini bisa dikatakan adalah project uji-coba gue yang terpaksa (atau dipaksa?) terjun ke dunia WordPress. Ngga ada basic skill sama sekali di WordPress, dan sempat beberapa kali kena hack/deface, pada akhirnya gue merasakan kenikmatan ngoprek website berbasis WordPress dibanding CMS lain semisal Drupal, Joomla, atau platform e-commerce semisal OsCommerce, Magento, atau Prestashop. Temen gue yang juga pesilat aktif, Janu Adhi Permana, yang bikin gue mau ngga mau kenalan sama platform WordPress. Padahal waktu itu gue sedang tergila gila sama Blogger.

www.serbausaha.web.id (not active) | Website berbasis HTML ini adalah project besar dari pemerintah untuk memperbanyak UKM di Indonesia. Gue lihat mungkin ini peluang buat gue untuk mengetahui lebih dalam bagaimana membuat website e-commerce yang bagus. Meski pada akhirnya gue tahu bahwa framework website ini sangat kaku dan tidak responsive, tapi website ini nyatanya sempat tayang selama 2 tahun. Karena gue pernah memperpanjang domain dan hosting-nya, dan merasa ‘dibuang sayang’. Tapi ya sudahlah. Cukup tahu aja.

www.air-kesehatan.com (not active) | Kalo bicara soal website ini, gue jadi inget almarhum temen gue Pepen (Romdloni Wahdi) yang juga owner website ini. Dengan keterbatasan dana tapi kepingin punya website untuk mempromosikan usahanya, dia minta ke gue supaya dibuatkan website sederhana tapi enak dipandang. Ya sudah, gue pilih platform Blogger yang ‘hanya’ butuh mengedit HTML sebagai engine untuk membangun website air kesehatan dengan merk Soluna Alkali.

Diluar segalanya, website paling bawah ini adalah website professional pertama yang pernah gue develop untuk orang lain sebelum akhirnya gue memutuskan untuk bener bener masuk ke bisnis pembuatan website. Rest in peace, brother.

Updating Wija Truss

Seperti biasa, monitoring website website klien dulu sebelum tidur. Phewwww..!! Tiba tiba saja salah satu website klien ERROR. Entah kenapa salah satu module/plugin hilang dan menyebabkan error di bagian terpenting: Homepage.

Sudah kali ketiga website ini mengalami kendala yang asalnya sama sekali tidak diketahui, pun dengan masalah yang berbeda. Kali ini yang error ada di map section.

Setelah cari sana sini akar masalahnya, kutak kutik sana sini… alhamdulillaah SOLVED. Ah, sekarang bisa bobo manis deh… meski telat satu jam. Zzz… zzz…

WordPress Jakarta Meetup #6

Sabtu, 17 Desember 2016. CalibreWorks, salah satu perusahaan yang fokus di bidang pengembangan platform WordPress mengundang teman teman developer dan WP lover untuk mengikuti meet up di kantornya di bilangan Tebet, Jakarta Selatan.

Ivan Kristianto (co-founder Calibreworks) dan Akeda Bagus (salah satu member Auttomatic) kali ini menjadi pembicara utama. Adapun topik yang dipilih adalah seputar pengenalan fitur Woo Commerce.

Woo Commerce sendiri merupakan produk dan plugin resmi dari WordPress untuk membuat online shop (toko online) dengan tampilan cantik nan elegan.

Berikut sekilas penampakan kegiatan meet up WordPress Jakarta Meetup #6

Hey guys, kalo lo liat penampakkan makhluk ini di MeetUp, ya… itulah profile gue yang asli. Colek colek lah tidak apa apa. Atau kali aja mau kasih project… kan asik tuh. Hehe.

Membuat blog/website dengan cerdas

Membuat suatu website itu ibarat filosofi Louis Van Gaal (mantan manager Manchester United), bahwa setiap pemain bola itu harus tahu alasan kenapa ia berada di posisi tertentu dan berpindah ke posisi lainnya.

Ya. Semua harus ada alasan. Karena tanpa alasan yang tepat, yang terjadi adalah pemborosan dan kerugian. Rugi materi, rugi tenaga, rugi waktu.

Kejadian ini merujuk pada project terkini yang saya jalani. Ada benang merah yang mesti menjadi perhatian bersama dalam membuat website dengan tampilan profesional.

Suatu kali saya mendapat pesan singkat di WhatsApp, yang intinya adalah permintaan dari seseorang untuk dibantu dibuatkan website. Dari hasil pembicaraan, ternyata ia sudah memiliki website yang dipergunakan untuk menjual produk/usahanya, namun ia sangat tidak puas dengan hasilnya.

Jadi ceritanya ia terjebak dengan frasa ‘harga murah’ yang ditawarkan untuk memiliki website resmi (dot com). Setelah membanding bandingkan satu dengan yang lainnya via Google, ia memilih penyedia jasa pembuatan website yang menawarkan harga paling murah, dan paling cepat jadi.

Apa yang terjadi?

Ternyata website yang ditawarkan merupakan template/theme yang seluruh elemennya wajib diisi sendiri oleh si pembeli domain tanpa bantuan fisik dari penyedia jasa website. Dengan pengalaman yang amat minim di bidang seni disain web, tentu hal ini menjadi kendala tersendiri bagi si pembeli domain.

Ya mungkin bagi sebagian orang hal itu bisa jadi dianggap tantangan untuk belajar membuat website yang elegan dan efektif. Namun pada kenyataannya seringkali hal tersebut malah membuyarkan fokus utama: selling!

Sesuai hakikatnya, pengusaha yang memiliki produk untuk ditawarkan tidak seharusnya berpikir keras mengenai disain website. Biarkan hal itu diberikan kepada ahlinya saja. Anda fokus ‘making money’ saja.

Dalam kasus kawan baru saya ini, mau hemat malah jadi pemborosan. Mau cepat, malah jadi lama, karena pusing mikirin elemen elemen apa yang mesti dimasukkan kedalam website barunya. Walhasil website yang diidamkan terasa masih jauh dari harapan.

Beruntung ia segera mencari solusi atas ‘ketidakpuasannya’, dan takdir Tuhan akhirnya mempertemukan kami.

Tanpa basa basi, saya lalu mengajukan ide untuk selanjutnya diwujudkan menjadi suatu website yang minimalis, elegan, dan tepat sasaran. Dan ia pun setuju dengan ide saya.

Ditimbang dari sisi harga, jelas ‘ono rego, ono rupo’. Terlihat jauh sekali perbandingannya. Namun demikian, apa yang saya tawarkan dalam membantu klien untuk membuat website adalah ALL IN, tidak ada istilah kata ‘setengah jadi’.

Well, saya bukanlah tipe orang yang menawarkan jasa pembuatan website dengan gaya Hit and Run. Semua harga standar untuk membuat website yang BAGUS, saya ajukan didepan. No tipu tipu, no hidden cost!. Semua dijelaskan di awal.

Kalau setelah dirinci kebutuhan akan website tersebut keluar angka mahal, ya saya katakan mahal. Kalau murah, saya katakan murah. Saya tentu punya banyak pertimbangan untuk menentukan apa dan bagaimana website calon klien akan dioperasikan nanti. Tidak sepakat dengan harga yang ditawarkan? saya tidak peduli, karena profesionalitas membutuhkan komitmen bersama.

Dengan full service dan gaya apa adanya, ternyata semakin banyak klien yang percaya. Harga mahal? ngga juga. Dibanding punya website dengan tampilan berantakan, mending jualan saja via Instagram. Gratis lagi.

Mau tahu bedanya? Lihat disini.

Adding some elements on http://asaddki.com
Check it out. I hope you can find some updates 🙂

Do i really know WordPress?

After the years, I still love WordPress and ‘the late’ Geocities (RIP). But is it make me really know WordPress?. Jai from BlogOhBlog give us WP Quiz on his website. The result of mine? Well, not bad at all 🙂

Yippie Kai Yeee!!!!

Hey.. Ho.. Lets Go!

WordPress 4.3 Beta akan resmi dirilis bulan depan. Core Team WordPress mempersilakan semua WP Lovers untuk melakukan pengujian (test) agar tahu apa perbedaan versi 4.2.2 dengan yang terbaru ini. Hajar bareng-bareng yukk!

Download disini

Gadget is awesome, but…

One of my favorite motivators, Chris Lema had told us how gadget could be amazing. They’ve been created to ease us to meet our objectives. As a matter of fact, one can be nailed on that thing, so that he/she misses great moments in life with their love ones and it sucks.

Any further Chris also talking about WordPress, which has been more and more famous for making blogs/websites. But WordPress now go far beyond that. WordPress is more than just a blogging platform, it can be media to help someone get their objectives and dreams. For the sake of giving back, he suggests us, helping others making their dreams come true. Through WordPress.