Category: Politik (page 2 of 2)

Lanjut Mr. President?

Ketika tragedi Bom Kuningan Jakarta pada tahun 2004 menggegerkan kembali dunia internasional, Australia yang merasa kebakaran jenggot akibat lagi-lagi menjadi target para terroris lokal dalam menjalankan aksinya, berjanji akan melakukan preemptive strike di Indonesia. Pemerintah menganggap hal tersebut terlalu mengada-ada dan dipaksakan, mengingat Indonesia masih memiliki lembaga intelijen dan special force yang sudah barang tentu hal semacam itu adalah ‘makanan’ mereka sehari-hari.

Tidak hanya pemerintah, rakyat Indonesia sampai geleng-geleng kepala dibuatnya. Untuk apa negara lain perlu turut campur urusan dalam negeri Indonesia?. Benar kala itu sedang musim teror dimana-mana. Benar warga negara Australia di Indonesia banyak menjadi target empuk sasaran para teroris lokal. Benar kala itu kondisi alutsista Indonesia sedang dalam titik nadir. Namun preemptive strike? Fyuhh.. masih terlalu jauh untuk direalisasi di Indonesia yang sebenarnya tidak bodoh-bodoh amat dalam menangani kasus terorisme sejak tahun 1981 dulu.

Read more →

‘Perang’ Personal Brand Politisi Dalam Negeri (Bagian 2)

Sebelum baca ulasan ini, baiknya baca dulu ulasan penulis sebelumnya DISINI.

Thread ini adalah sambungan dari thread sebelumnya

Masih seputar ‘perseteruan’ personal brand para politisi kita saat ini, kali kedua ini penulis kembali me-review secara singkat beberapa website/weblog mereka dari sisi tampilan. Mengenai aspek teknis, mungkin lain kali saja kita bahas. Here we go again!

Read more →

‘Perang’ Personal Brand Politisi Dalam Negeri (Bagian 1)

Di era digital ini semakin banyak orang yang berhubungan dengan teknologi demi menaikkan citra atau yang lebih dikenal dengan personal brand. Ada masalah dengan pencitraan? Tidak, selama yang bersangkutan memang berintegritas, terbukti mumpuni di bidangnya, negarawan, dan dapat diterima masyarakat luas.

Para politisi dalam negeri maupun luar negeri menggunakan teknologi semisal website atau jejaring sosial sebagai ‘senjata alternatif’ publikasi mengingat biaya yang dikeluarkan melalui media ini bisa dibilang tidak besar-besar amat. Hasil yang didapat pun relatif massive, karena semua orang yang memasuki dunia online ini tanpa disadari, saling terhubung satu sama lain. Thus, opini yang diciptakan melalui media online pun disadari atau tidak, ternyata mampu memengaruhi pola pikir dan tindakan pembaca lain.

Read more →