Barusan tadi saya ditunjuk untuk mengisi sesi tausiyah (nasehat) di salah satu majelis taklim. Dari beberapa pemaparan mengenai kesyukuran, saya sedikit menyinggung mengenai perlunya seseorang untuk sesekali mencari cara agar pikiran lebih terbuka, agar tidak stress atau sumpek. Mengingat potensi negatif yang timbul akibat stress dan depresi ini terkadang bisa diluar akal sehat.

Siapapun sesekali akan membutuhkan hiburan. Bahkan manusia sekelas ulama senior yang fanatik pun perlu menjaga pikiran dan batin agar tetap fresh demi tersampaikannya risalah Tuhan kepada umat dengan seutuhnya. Bukan tanpa alasan saya mengangkat soal stress dalam sesi tausiyah tadi. Siang hari tadi tersiar kabar dari daerah Bekasi ada seorang ayah, yang notabene seorang buruh pabrik, tega menikam anaknya yang masih berumur tiga tahun hingga tewas dan menusuk istrinya akibat stress membuncah yang ia dapatkan dari tempat kerja. Akibat gelap mata dan takut akan bayangan masa depan yang suram, akhirnya ia tak segan-segan melakukan sesuatu yang bahkan binatang fasik pun tidak pernah melakukannya!. Entah setan apa yang merasuki orang ini, nyatanya berita ini faktual dan benar-benar membuat geram.

Read more →