Category: Cyber (page 2 of 4)

Server down

Rabu, 1 Maret 2017 – Server BIZNET Down. Menyebabkan website website klien juga turut down. Lumayan lama, sekitar 2 jam. Setelah maghrib alhamdulillaah up lagi. Ternyata hal serupa dialami juga oleh website website terkenal semacam Tokopedia dan Bukalapak. Semua down. Syukurlah semua bisa diatasi meski sempet dag dig dug. Apa ada hubungannya dengan kujungan Raja Salman al-Saud ke Istana Bogor?

Infographic tools

Ada beberapa tools buat bikin infografis gratis nan keren. Catet dulu ya:

https://www.canva.com
https://www.easel.ly

Insya Allaah sewaktu-waktu bakal kepake juga soalnya.

My first website projects

Sore ini ngga tau kenapa, kepingin banget lihat lihat file project yang pertama kali gue kerjain sebelum gue putuskan untuk fokus ke bisnis pembuatan website. Thus, beberapa screenshot ini bikin gue mesam mesem sendiri. Soalnya mengingatkan bagaimana kondisi gue waktu itu yang bener bener start dari NOL dan itu juga karena adanya faktor ‘keterpaksaan’. Life goes on…

www.asaddki.com (still active) | Website pencak silat berbasis platform WordPress ini bisa dikatakan adalah project uji-coba gue yang terpaksa (atau dipaksa?) terjun ke dunia WordPress. Ngga ada basic skill sama sekali di WordPress, dan sempat beberapa kali kena hack/deface, pada akhirnya gue merasakan kenikmatan ngoprek website berbasis WordPress dibanding CMS lain semisal Drupal, Joomla, atau platform e-commerce semisal OsCommerce, Magento, atau Prestashop. Temen gue yang juga pesilat aktif, Janu Adhi Permana, yang bikin gue mau ngga mau kenalan sama platform WordPress. Padahal waktu itu gue sedang tergila gila sama Blogger.

www.serbausaha.web.id (not active) | Website berbasis HTML ini adalah project besar dari pemerintah untuk memperbanyak UKM di Indonesia. Gue lihat mungkin ini peluang buat gue untuk mengetahui lebih dalam bagaimana membuat website e-commerce yang bagus. Meski pada akhirnya gue tahu bahwa framework website ini sangat kaku dan tidak responsive, tapi website ini nyatanya sempat tayang selama 2 tahun. Karena gue pernah memperpanjang domain dan hosting-nya, dan merasa ‘dibuang sayang’. Tapi ya sudahlah. Cukup tahu aja.

www.air-kesehatan.com (not active) | Kalo bicara soal website ini, gue jadi inget almarhum temen gue Pepen (Romdloni Wahdi) yang juga owner website ini. Dengan keterbatasan dana tapi kepingin punya website untuk mempromosikan usahanya, dia minta ke gue supaya dibuatkan website sederhana tapi enak dipandang. Ya sudah, gue pilih platform Blogger yang ‘hanya’ butuh mengedit HTML sebagai engine untuk membangun website air kesehatan dengan merk Soluna Alkali.

Diluar segalanya, website paling bawah ini adalah website professional pertama yang pernah gue develop untuk orang lain sebelum akhirnya gue memutuskan untuk bener bener masuk ke bisnis pembuatan website. Rest in peace, brother.

One step ahead for SuryaBalon

Salah satu klien saya, Surya Balon, pendatang baru di bidang dekorasi balon di Jakarta, per hari ini mulai melebarkan sayap promosinya melalui tayangan Google Ad Service. Well… good job, lads!

Updating Wija Truss

Seperti biasa, monitoring website website klien dulu sebelum tidur. Phewwww..!! Tiba tiba saja salah satu website klien ERROR. Entah kenapa salah satu module/plugin hilang dan menyebabkan error di bagian terpenting: Homepage.

Sudah kali ketiga website ini mengalami kendala yang asalnya sama sekali tidak diketahui, pun dengan masalah yang berbeda. Kali ini yang error ada di map section.

Setelah cari sana sini akar masalahnya, kutak kutik sana sini… alhamdulillaah SOLVED. Ah, sekarang bisa bobo manis deh… meski telat satu jam. Zzz… zzz…

Kerja kerja kerja… Jualan jualan jualan…

Hari ini, Sabtu 19 November 2016, istri saya mulai masuk ke bisnis online. Setelah lama dipertimbangkan, akhirnya dia memilih bisnis baju anak untuk memulai bisnis kecil kecilannya.

Bisnis online yang dimulai hari ini memang bukan bertujuan untuk menggantikan profesi saat ini sebagai apoteker. Namun lebih jauh, agar sedikit demi sedikit tumbuh jiwa entrepreneurship-nya. Karena bagaimana pun juga kita sudah memasuki zaman yang sangat sulit ditebak. Segalanya mudah berubah dengan begitu cepat. Ya minimal dengan modal jiwa entrepreneurship, seseorang diharapkan jadi manusia yang tangguh di segala medan. Itu!

Sejak awal saya sendiri sudah memberi ‘warning’ bahwa terjun jadi pengusaha, meski pengusaha kecil kecilan itu membutuhkan effort, spirit, dan wajib die hard (tangguh). Sebab ngga menutup kemungkinan dalam proses berjalan nanti kita bakal ketemu dengan orang orang atau pelanggan yang cerewet, judes, atau cuma seneng nanya doang, alias ngabisin energi dan waktu saja. Yang demikian malah lebih parah dari tipe pelanggan CLBK (Cuma Liat Beli Kagak).

Ada yang bilang bisnis online itu lebih ringan daripada bisnis offline. Menurut saya sih ngga juga. Justru bisnis online membutuhkan tenaga ekstra karena bagaimana pun juga yang dijual adalah barang nyata. Ada komunikasi, ada tawar menawar, ada biaya pulsa/listrik yang dikeluarkan, ada konfirmasi sana sini, dan perlu strategi yang berbeda dibandingkan bisnis offline. Namun kalo bicara mengenai skup atau jangkauan, saya setuju bahwa bisnis online itu mampu menyasar jarak dan wilayah mana pun, hampir tanpa batas.

Bagaimana pun, yang penting namanya memulai usaha itu, ya dicoba dulu. Urusan rugi atau laba, saya yakin kalo usaha ini dilakukan dengan cara professional dan hati hati, hasilnya akan baik. Masalah utama bukan disana sebenarnya. Tetapi soal konsistensi saja yang dibutuhkan pada pokoknya.

So guys, kalo Anda atau kerabat Anda sedang cari baju anak yang lucu lucu dengan harga yang lumayan ‘lucu’, ngga ada salahnya cek kesini: https://goo.gl/cPn8xr

Kalo tertarik atau berminat, silakan komen aja dibawah ya guys. Thanks anyway.

Membuat blog/website dengan cerdas

Membuat suatu website itu ibarat filosofi Louis Van Gaal (mantan manager Manchester United), bahwa setiap pemain bola itu harus tahu alasan kenapa ia berada di posisi tertentu dan berpindah ke posisi lainnya.

Ya. Semua harus ada alasan. Karena tanpa alasan yang tepat, yang terjadi adalah pemborosan dan kerugian. Rugi materi, rugi tenaga, rugi waktu.

Kejadian ini merujuk pada project terkini yang saya jalani. Ada benang merah yang mesti menjadi perhatian bersama dalam membuat website dengan tampilan profesional.

Suatu kali saya mendapat pesan singkat di WhatsApp, yang intinya adalah permintaan dari seseorang untuk dibantu dibuatkan website. Dari hasil pembicaraan, ternyata ia sudah memiliki website yang dipergunakan untuk menjual produk/usahanya, namun ia sangat tidak puas dengan hasilnya.

Jadi ceritanya ia terjebak dengan frasa ‘harga murah’ yang ditawarkan untuk memiliki website resmi (dot com). Setelah membanding bandingkan satu dengan yang lainnya via Google, ia memilih penyedia jasa pembuatan website yang menawarkan harga paling murah, dan paling cepat jadi.

Apa yang terjadi?

Ternyata website yang ditawarkan merupakan template/theme yang seluruh elemennya wajib diisi sendiri oleh si pembeli domain tanpa bantuan fisik dari penyedia jasa website. Dengan pengalaman yang amat minim di bidang seni disain web, tentu hal ini menjadi kendala tersendiri bagi si pembeli domain.

Ya mungkin bagi sebagian orang hal itu bisa jadi dianggap tantangan untuk belajar membuat website yang elegan dan efektif. Namun pada kenyataannya seringkali hal tersebut malah membuyarkan fokus utama: selling!

Sesuai hakikatnya, pengusaha yang memiliki produk untuk ditawarkan tidak seharusnya berpikir keras mengenai disain website. Biarkan hal itu diberikan kepada ahlinya saja. Anda fokus ‘making money’ saja.

Dalam kasus kawan baru saya ini, mau hemat malah jadi pemborosan. Mau cepat, malah jadi lama, karena pusing mikirin elemen elemen apa yang mesti dimasukkan kedalam website barunya. Walhasil website yang diidamkan terasa masih jauh dari harapan.

Beruntung ia segera mencari solusi atas ‘ketidakpuasannya’, dan takdir Tuhan akhirnya mempertemukan kami.

Tanpa basa basi, saya lalu mengajukan ide untuk selanjutnya diwujudkan menjadi suatu website yang minimalis, elegan, dan tepat sasaran. Dan ia pun setuju dengan ide saya.

Ditimbang dari sisi harga, jelas ‘ono rego, ono rupo’. Terlihat jauh sekali perbandingannya. Namun demikian, apa yang saya tawarkan dalam membantu klien untuk membuat website adalah ALL IN, tidak ada istilah kata ‘setengah jadi’.

Well, saya bukanlah tipe orang yang menawarkan jasa pembuatan website dengan gaya Hit and Run. Semua harga standar untuk membuat website yang BAGUS, saya ajukan didepan. No tipu tipu, no hidden cost!. Semua dijelaskan di awal.

Kalau setelah dirinci kebutuhan akan website tersebut keluar angka mahal, ya saya katakan mahal. Kalau murah, saya katakan murah. Saya tentu punya banyak pertimbangan untuk menentukan apa dan bagaimana website calon klien akan dioperasikan nanti. Tidak sepakat dengan harga yang ditawarkan? saya tidak peduli, karena profesionalitas membutuhkan komitmen bersama.

Dengan full service dan gaya apa adanya, ternyata semakin banyak klien yang percaya. Harga mahal? ngga juga. Dibanding punya website dengan tampilan berantakan, mending jualan saja via Instagram. Gratis lagi.

Mau tahu bedanya? Lihat disini.

Teknologi mengubah kemapanan

Tadi liat sekilas wawancara pak Rudiantara (Menkominfo) mengenai layanan Netflix. Intinya bahwa layanan Netflix ini baru sekedar uji coba dalam menyajikan layanan movie online via internet.

Zaman berubah, dan industri perfilman dalam negeri pun mau ngga mau harus ‘tunduk’ dengan kondisi zaman era digital. Namun demikian Kemenkominfo sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah wajib menata ‘pasar’ yang muncul akibat semua jasa dan produk saat ini mulai membanjiri dunia maya.

“Agar jangan sampai gara gara ada netflix maka industri perfilman malah mati. Karena memang teknologi mampu mengubah kemapanan”, ulasnya.

Dari sisi pribadi gua, yang namanya kemapanan itu ya kemakmuran yang muncul di satu pihak. Entah siapapun dan dalam usaha apapun. Jadi kalo beliau bilang ‘mengubah kemapanan’, nah gua agak rancu nih.

Apa kemapanan seseorang akan berpindah tangan, ataukah yang tadinya kemapanan dipegang 1 orang, sekarang yang megang jadi 10 orang? Atau yang mana nih tafsirnya?. Atau jangan jangan statement itu memang multitafsir sebagaimana yang gua kemukakan tadi?, artinya semua benar gitu?.

Nah, dari pernyataan pak menteri tadi pikiran gua jadi nerawang jauh.

Jangan-jangan era digital, sosmed, dan selfie gini juga malah mempermudah tugas malaikat yang disuruh ngawasi kelakuan manusia di muka bumi kali ye.

Nanti pas waktunya ‘judgement day’, banyak orang gak bener yang mau ngeles sama malaikat.

“Malaikat, tolong jangan salah nilai ye. Soalnye salah dikit bisa fatal nih akibatnye. Itu tadi kenapa gue dibilang menyalahi aturan maen?”.

Malaikat cukup jawab begini:

“Tenang sob, apa perlu gua tunjukin semua foto lu di fesbuk, twitter, instagram waktu lu lagi selingkuh sama gebetan lu?… lha ini buktinya” (sambil kasih liat isi hp nya malaikat yang dulu tugasnya ‘stalking’ orang orang gak beres).

Kan bisa mampus mendadak tuh orang orang-orang gak bener yang sekarang punya banyak akun siluman di sosmed buat bikin dosa aja.

So pasti kan, sob. Jaman teknologi kayak sekarang malaikat pun jadi ga usah capek capek ngikutin kemana lo pergi. Semua dosa dosa lo udah muncul sendiri di timeline. Kalo gini caranya, kelarrr hidup lo men! Hahaha….

#KhayalanTingkatTinggi

Analisa itu… Ana dan Lisa

Eiitt….  udah di penghujung tahun 2015 lagi nih. Iseng iseng liat hasil statistik dan analisa website NUANSA ONLINE bulan ini, eh, di rekam jejak ternyata ada beberapa pengunjung dari Israel. Lucu juga sih mengingat website NUANSA ONLINE ini kontennya ngga aneh-aneh, apalagi radikal. Jauh lah..

Ya, mudah-mudahan visitor-visitor asal negeri zionis itu masuk ke NUANSA ONLINE punya niat mau pasang iklan… ehehe. Aamiin.

Note: jumlah visitor per negara sengaja ngga ditampilken.

Banner at NOL

Cihuyy….  bagi Anda yang berjiwa entrepreneur sejati, saat ini NUANSAONLINE membuka kesempatan untuk mempromosikan usaha Anda!. Bagaimana caranya? klik saja DISINI